Menulis Blog di 2026: Cara Saya Mengikat Ilmu Kehidupan

Mengapa menulis blog di tahun 2026? Temukan alasan terbesar saya menjadikan blog sebagai ruang untuk merekam keajaiban dan mengikat ilmu kehidupan.

Menulis Blog di 2026: Cara Saya Mengikat Ilmu Kehidupan

Sahabat, selamat datang di blog TambahBaik.

Blog ini mulai saya bangun sejak tahun 2024, meskipun jauh sebelum itu saya sudah ngeblog menggunakan nama-nama lain.

Pada kesempatan kali ini, saya melontarkan sebuah pertanyaan kepada diri saya sendiri, yang kemudian memicu rangkaian pertanyaan lainnya:

☑️ Apa Saya Masih Akan Menulis Blog di Tahun 2026 Ini?

Insya Allah, tentu saja.

Alasan paling mendasar mengapa saya terus menulis di blog TambahBaik.com adalah: saya membutuhkan ruang catatan untuk merekam segala hal yang tidak ingin saya lupakan.

Sebagian besar isi blog ini berisi hal-hal yang benar-benar saya butuhkan dalam hidup.

Mulai dari ilmu, inspirasi, kiat, hingga trik yang terbukti ampuh bagi saya pribadi.

Apa yang saya tulis tersebut bukanlah sekadar teori abstrak, melainkan bekal nyata yang sangat penting untuk perjalanan hidup saya.

☑️ Mengabadikan “Pengubah Hidup” dan Keajaiban di Balik Layar

Dalam hidup ini, kita sering kali menemui ujian dan jalan yang seolah buntu.

Namun, melalui berbagai tempaan tersebut, saya menemukan beberapa hal yang benar-benar life-changing dan bertindak layaknya life saver (penyelamat hidup) bagi saya.

Hal-hal ini bahkan kini menjadi semacam headline atau pegangan utama dalam hidup saya.

Sebagai contoh, saya menemukan betapa dahsyatnya kekuatan istighfar dan senantiasa berprasangka baik kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Ketika menghadapi jalan yang seolah tertutup rapat, merutinkan istighfar dengan penuh kesadaran dan menjaga hati agar tetap berprasangka baik kepada-Nya selalu terbukti menjadi kunci pembuka pertolongan Allah yang datang dari arah yang sama sekali tidak disangka-sangka.

Melalui blog ini, saya merekam jejak keajaiban tersebut.

Semua terjadi semata-mata dengan pertolongan Allah.

Ada begitu banyak cerita di balik layar dan rahasia-rahasia kehidupan yang saya petik dari perjalanan tersebut.

Saya sungguh tidak ingin melupakannya.

☑️ Mengapa Harus Ditulis?

Dengan menuliskan apa yang saya pelajari dari kehidupan, saya menjadi jauh lebih mudah mengingatnya.

Hal ini sejalan dengan pesan mulia dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam:

Dari ‘Abdullah bin ‘Amr dan Anas bin Malik Radhiyallahu ‘Anhuma, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda,

“Jagalah ilmu dengan menulis.”

(Shahih Al-Jami’, no.4434. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini sahih).

Imam Syafi’i pun pernah berpesan dengan kiasan yang sangat indah:

Imam Syafi’i berkata: “Ilmu adalah buruan dan tulisan adalah ikatannya”.

Setiap kali saya mengunjungi kembali blog ini dan membaca tulisan lama, saya langsung teringat pada konteks dan perasaan saat peristiwa tersebut terjadi.

☑️ Mengapa Memilih Blog?

Kenapa tidak menuliskannya di buku catatan, aplikasi ponsel, status Facebook, Instagram, atau YouTube saja?

Semua platform tersebut pada dasarnya adalah sarana yang bagus, dan sah-sah saja kita gunakan untuk meraih manfaat sebanyak-banyaknya. Namun bagi saya pribadi, ada beberapa kendala.

Saya pernah rajin menulis di buku catatan fisik. Kendalanya, saya kerap lupa membawanya atau menyimpannya di tempat yang tidak terlihat.

Tragisnya lagi, rumah saya pernah kebanjiran hingga setinggi lutut, dan buku-buku saya hancur terendam air!

Saya juga pernah mencoba mencatat di aplikasi daring seperti Google Keep.

Memang sangat praktis diakses saat bepergian, tetapi lama-kelamaan isinya menjadi berantakan dan tidak terorganisasi.

Menelusuri catatan lama di sana terasa jauh lebih rumit dibandingkan mencarinya di blog.

Apalagi di Facebook atau Instagram, mencari tulisan lama adalah sebuah pekerjaan yang sangat melelahkan.

Pengalaman yang paling menohok terjadi pada aplikasi LINE. Dahulu saya sering menyimpan catatan perjalanan (lengkap dengan foto dan video) di fitur LINE Voom. Saya telah menulis lebih dari 800 catatan di sana!

Tapi ternyata, layanan tersebut dihentikan permanen pada tahun 2025.

Karena saya melewatkan email pemberitahuannya, seluruh catatan saya lenyap tak bersisa tanpa sempat saya back up.

Dengan menulis di blog, saya memiliki kendali penuh atas arsip digital saya.

Catatan-catatan tersebut tersusun lebih rapi dan sangat mudah diakses kembali kapan pun saya membutuhkannya.

☑️ Ruang Refleksi dan Bertumbuh

Itulah alasan mengapa saya ngeblog.

Mengingat besarnya manfaat yang saya rasakan untuk merefleksikan diri dan bertumbuh, maka insya Allah pada tahun 2026 ini saya akan terus konsisten menulis di TambahBaik.com.

Blog masih sangat relevan untuk saya.

Sahabat, apakah Anda juga memiliki blog?

Apa alasan utama Anda menuliskannya?

Jika belum punya, apakah Anda tertarik untuk mulai merangkai kata di blog Anda sendiri?

Mohamad Iqbal Akhirudin // TambahBaik.com

Featured Image: iStock.com / Nyon (Standard License)


Discover more from Tambah Baik

Subscribe to get the latest posts sent to your email.

Comments

2 responses to “Menulis Blog di 2026: Cara Saya Mengikat Ilmu Kehidupan”

  1. Lina Avatar

    Sudah sering nulis di blog dari sekitar 2008, meski sekarang banyak dari tulisan-tulisan di masa tumbuh itu yang sudah aku privat. Buatku blog jadi sarana ekspresi yang enggan untuk dicari tau orang karena bentuknya yang adalah tulisan ^^ Pokoknya cinta banget dengan blog. Sempat beberapa kali ganti domain supaya lebih catchy tapi akhirnya balik lagi ke setingan awal hanya karena alasan sayang mau diganti

  2. Blogombal Avatar

    Menulislah selagi sempat dan ingat, tanpa tenggat 😇

Leave a Reply to BlogombalCancel reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Discover more from Tambah Baik

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading