Hidup Terasa Berat? Kunci Pertolongan di Surah Nuh 10-12

Rezeki seret? Sulit punya anak? Kunci utamanya: Istighfar. Temukan rahasia Surah Nuh yang menjanjikan kemudahan hidup & jalan keluar. Cek di sini!

Hidup Terasa Berat? Kunci Pertolongan di Surah Nuh 10-12

Sahabat, pernahkah Anda mengalami rasa lelah dan lemah akibat beban hidup yang terasa semakin berat hingga membuat dada sesak?

Atau, apakah Anda sedang merasakan tekanan karena kebutuhan hidup belum juga terpenuhi meski sudah bekerja sangat keras untuk meraihnya?

Jika jawaban Anda adalah iya, maka dalam kesempatan kali ini saya ingin membagikan sebuah inspirasi spiritual yang paling berpengaruh dalam hidup saya.

Saya sengaja menulisnya di blog TambahBaik ini agar saya pribadi bisa senantiasa mengingatnya.

Tentu saja, saya juga ingin Sahabat mengetahui dan memetik manfaat dari apa yang akan saya sampaikan melalui tulisan ini.

Inspirasi dan ilmu yang sangat berharga tersebut adalah sebuah fakta: istighfar merupakan kunci utama datangnya pertolongan Allah dalam menghadapi berbagai peliknya permasalahan hidup.

Istighfar: Satu Solusi untuk Berbagai Kesulitan Hidup

Dalam buku Dahsyatnya Istighfar (At-Tadawi bil Istighfar) karya Hasan bin Ahmad Hamam yang diterbitkan oleh Mumtaza (Solo, 2019), diceritakan sebuah kisah hikmah tentang Hasan Al-Bashri. Beliau adalah seorang ulama tabi’in besar yang wafat pada tahun 110 Hijriah.

Suatu ketika, beliau didatangi oleh beberapa orang yang sedang mengalami berbagai permasalahan hidup yang berat.

Kepada Hasan Al-Bashri, mereka mengadukan nasib dan kesulitan yang sedang mereka hadapi.

➡️ Ada yang mengutarakan masalah musim paceklik yang berkepanjangan.

➡️ Ada yang gelisah menghadapi kesulitan ekonomi.

➡️ Ada yang resah karena belum juga dikaruniai keturunan.

➡️ Ada pula yang mengeluh karena kebunnya mengalami kekeringan.

Lalu, saran apa yang disampaikan oleh sang ulama besar tersebut kepada mereka semua?

Ternyata beliau hanya memberikan satu saran yang sama, yaitu: beristighfarlah memohon ampunan kepada Allah.

Imam Qurthubi menyebutkan dari Ibnu Shabih, ia berkata, “Seseorang mengadukan terjadinya paceklik kepada Hasan Al-Bashri.

Maka, Hasan berkata, ‘Beristighfarlah memohon ampunan kepada Allah.’

Ada orang lain yang mengeluhkan kemiskinan kepadanya.

Maka ia berkata, ‘Beristighfarlah memohon ampunan kepada Allah!’

Datang pula orang lain yang berkata kepadanya, ‘Doakanlah kepada Allah agar Dia berkenan mengaruniaiku anak!’

Maka, ia pun menjawab, ‘Beristighfarlah memohon ampunan kepada Allah!

Orang lain datang mengadukan kebunnya kering.

Ia juga menjawab, ‘Beristighfarlah memohon ampunan kepada Allah!’

Maka, Rabi’ bin Shabih berkata kepadanya, ‘Banyak orang datang kepadamu mengeluhkan berbagai macam masalah, namun engkau menyuruh mereka semua supaya beristighfar?’

Hasan menjawab, ‘Sama sekali aku tidak memberi saran berdasarkan pikiranku sendiri.

Akan tetapi, sesungguhnya Allah ‘Azza Wa Jalla berfirman dalam Surah Nuh:

‘Lalu, aku berkata (kepada mereka), ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu.

Sesungguhnya Dia Maha Pengampun.

(Jika kamu memohon ampun,) niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu,

memperbanyak harta dan anak-anakmu,

serta mengadakan kebun-kebun dan sungai-sungai untukmu.’ (Al-Quran Surah Nuh ayat 10-12)”

Meraih Kelapangan Dunia Melalui Pintu Ampunan-Nya

Hasan Al-Bashri hanya memberi satu saran mutlak, yakni beristighfar memohon ampunan kepada Allah.

Ketika ditanya alasannya, beliau menegaskan bahwa saran tersebut bukanlah sembarang opini pribadi, melainkan jalan keluar yang bersumber langsung dari firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala adalah Rabb semesta alam.

Dialah yang mencipta, memberikan rezeki, dan mengatur alam semesta.

Dan Dia sendiri pulalah yang telah menunjukkan kunci untuk meraih pertolongan-Nya, yaitu dengan memperbanyak istighfar.

Lebih lanjut, dalam buku Fikih Istighfar (Fiqhul Istighfar) karya Syaikh Muhammad Ismail Al-Muqaddam yang diterbitkan oleh Pustaka Al-Kautsar (Jakarta, 2015), dijelaskan mengenai tafsir Surah Nuh ayat 10-12 yang menjadi rujukan Hasan Al-Bashri.

Al-Hafizh Ibnu Katsir berkata saat menafsirkan ayat-ayat tersebut:

“Jika kalian bertaubat kepada Allah, memohon ampun kepada-Nya dan menaati-Nya, niscaya Allah akan memperbanyak rezeki kalian,

menurunkan air hujan yang penuh keberkahan dari langit,

memberikan keberkahan dari tanah kalian,

menumbuhkan tanaman,

memperbanyak air susu ternak kalian dan menguatkan kalian dengan harta dan anak-anak,

maksudnya, Allah akan memberikan kalian kekayaan dan anak-anak, menumbuhkan berbagai macam buah-buahan bagi kalian, dengan air sungai yang mengalir di sela-selanya.”

Kunci Pembuka Kebuntuan: Menundukkan Hati Memohon Ampunan-Nya

Sahabat pembaca TambahBaik, penjelasan di atas menunjukkan betapa agungnya faedah istighfar dan betapa berlimpahnya kebaikan di dalamnya.

Mengetahui bahwa istighfar merupakan kunci utama datangnya pertolongan Allah sangatlah esensial bagi kehidupan kita.

Sebab, barangkali kerja keras yang dilakukan seseorang sudah sangat maksimal.

Barangkali dia sudah rutin berangkat pagi dan pulang larut malam demi memperjuangkan kehidupan yang lebih baik.

Begitu juga, barangkali seseorang telah memanjatkan ratusan doa setiap siang dan malam demi memohon solusi atas masalahnya, namun jalan di hadapannya tetap terasa buntu.

Jika situasi itu yang sedang terjadi, barangkali ada satu hal penting yang terlewat untuk dilakukan: memperbanyak istighfar dan memohon ampunan kepada Allah.

Tentu saja, istighfar yang dimaksud bukan sekadar ucapan yang lewat di lisan saja.

Istighfar sejati adalah istighfar yang diucapkan dengan sejujur hati, mengakui segala dosa dan kesalahan yang telah menggunung tinggi, sembari meyakini sepenuhnya bahwa Allah pasti akan mengampuni dosa-dosa tersebut.

Sebuah istighfar yang diucapkan sembari menghancurkan segala keangkuhan dan kesombongan diri.

Sebagai penutup tulisan ini, mari kita sama-sama menundukkan hati dan memperbanyak istighfar kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Mohamad Iqbal Akhirudin // TambahBaik.com

Featured Image: iStock.com / Poetra Dimatra (Standard License)


Discover more from Tambah Baik

Subscribe to get the latest posts sent to your email.

Comments

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Discover more from Tambah Baik

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading