Musibah Pasti Berlalu, Bukan Barangkali. Yakinlah!

Imam Ahmad menolak kata ‘barangkali’ saat diuji. Kenapa? Karena pertolongan Allah itu PASTI, bukan mungkin. Simak nasihat penguat hati di sini.

Musibah Pasti Berlalu, Bukan Barangkali. Yakinlah!

Sahabat, saat kita sedang mengalami ujian dan musibah, boleh jadi kita akan lupa untuk berprasangka baik kepada Allah.

Kita sering kali lupa bahwa Allah pasti akan mengabulkan doa hamba-hamba-Nya yang dengan tulus meminta pertolongan kepada-Nya.

Pada tulisan ini, saya akan membagikan satu faedah, ilmu, sekaligus inspirasi berharga dari buku berjudul Jangan Mati sebelum Berprasangka Baik kepada Allah karya Muhamad Yasir, Lc., yang diterbitkan oleh Pustaka Al-Kautsar (Jakarta, 2023).

Buku ini adalah salah satu karya yang saya anggap paling penting yang pernah saya baca.

Saya sangat menyarankan Pembaca untuk memiliki buku ini, mengingat besarnya kebutuhan kita untuk terus diingatkan agar senantiasa berprasangka baik kepada Allah.

Keyakinan Imam Ahmad: Musibah PASTI Akan Pergi

Mari kita perhatikan apa tanggapan Imam Ahmad bin Hanbal ketika saudaranya menulis surat.

Surat itu memintanya agar bersabar dalam menghadapi ujian Allah, sekaligus mengingatkan beliau bahwa barangkali ujian itu akan segera terangkat.

Dalam menghadapi cobaannya, Imam Ahmad berhusnuzhan penuh bahwa musibahnya akan segera diangkat.

Imam Ahmad bin Hanbal berhusnuzhan bahwa musibahnya segera diangkat.

Suatu hari, saudaranya yang bernama Abu Abdullah bin Hanbal menulis surat kepadanya agar bersabar melewati hari-hari ia menghadapi musibah, Wahai Ahmad, kesabaran menghapus bencana, barangkali ia segera terangkat.

Namun keimanan Imam Ahmad tidak bisa menerima persangkaan yang terkandung dalam kata BARANGKALI.

Karena itu, Imam Ahmad menjawabnya, telah kau sabarkan diriku dengan nasihatmu dan musibah ini PASTILAH akan pergi.

Mengganti “Barangkali” Menjadi “Pasti”

Terlihat sangat jelas dalam jawaban tersebut bahwa Imam Ahmad menolak menggunakan kata “barangkali”, dan beliau langsung menggantinya dengan kata “pasti”.

Mengapa beliau bersikap demikian?

Jawabannya tidak lain karena betapa besarnya prasangka baik di dalam dirinya terhadap Allah.

Beliau sangat yakin bahwa Allah “PASTI” akan segera mengangkat musibah yang sedang dihadapinya.

Bukan “BARANGKALI”, melainkan “PASTI”!

Ini adalah sebuah pesan keimanan yang amat sangat kuat dan tentu sangat kita butuhkan di hari-hari ini!

Kepada Allah kita senantiasa berdoa, agar kita selalu dimudahkan untuk berprasangka baik kepada-Nya.

Mohamad Iqbal Akhirudin // TambahBaik.com

Featured Image: Pixabay.com / NoName_13


Discover more from Tambah Baik

Subscribe to get the latest posts sent to your email.

Comments

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Discover more from Tambah Baik

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading