Pengalaman Belajar Islam Online di HSI AbdullahRoy

Baca ulasan jujur dan pengalaman nyata saya mengikuti program belajar Islam online gratis di HSI AbdullahRoy. Temukan hikmah di balik sistem belajarnya!

Pengalaman Belajar Islam Online di HSI AbdullahRoy

Sahabat, perkembangan teknologi informasi saat ini semakin memudahkan kita untuk mempelajari banyak hal secara online (daring).

Salah satunya adalah kemudahan belajar agama Islam menggunakan jaringan internet.

Pada saat saya menulis artikel ini, salah satu program bimbingan belajar Islam secara online yang rutin saya ikuti adalah Halaqah Silsilah Ilmiyyah (HSI) AbdullahRoy.

☑️ Halaqah Silsilah Ilmiyyah (HSI) AbdullahRoy

Diselenggarakan sejak tahun 2013, Halaqah Silsilah Ilmiyyah AbdullahRoy adalah program belajar online tentang akidah Islam secara ta’shil (terstruktur dan berkesinambungan) yang diasuh dan dibimbing langsung oleh Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A.

Saya mulai mengikuti program HSI sejak tahun 2023.

Pada kesempatan kali ini, saya akan menulis review atau ulasan mengenai program belajar Islam online HSI AbdullahRoy murni berdasarkan pengalaman pribadi saya.

☑️ Siapa Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A.?

Mengutip dari situs web resmi Ustadz Abdullah Roy, beliau adalah seorang Doktor jurusan Akidah lulusan Universitas Islam Madinah (UIM).

Beliau menimba ilmu di UIM sejak tahun 2000 hingga tahun 2017 untuk menuntaskan jenjang S1, S2, dan S3.

Beliau juga pernah menjadi Pengajar Tetap untuk kajian berbahasa Indonesia di Masjid Nabawi, Madinah, pada periode 1434 sampai 1438 H (2013 sampai 2017).

Saat ini, beliau berkhidmat di Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah (STDI) Imam Syafi’i di kota Jember, Jawa Timur.

☑️ Apa Arti “HSI Abdullah Roy”?

Kata:

#️⃣ Halaqah memiliki arti edisi;

#️⃣ Silsilah berarti rantai; sedangkan

#️⃣ Ilmiyyah bermakna bersifat ilmiah.

Melalui wadah HSI ini, Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A. berupaya menyampaikan ilmu agama secara berantai dan berurutan dalam beberapa edisi, senantiasa bersandar pada dalil Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam berdasarkan pemahaman para sahabat.

☑️ Berapa Biaya Belajar di HSI AbdullahRoy?

Gratis. Tidak dipungut biaya sama sekali.

Bagi saya pribadi, sebenarnya sama sekali tidak masalah seandainya program ini memungut biaya.

Sebagai seseorang yang terbiasa mengelola website, saya sangat memahami bahwa sistem belajar online berskala besar semacam ini tentu memerlukan biaya operasional yang tidak sedikit.

Akan tetapi sejauh ini, program belajar Islam di HSI AbdullahRoy sepenuhnya gratis.

Guna menunjang operasional kegiatan, selain menerima donasi, HSI juga telah membentuk Divisi Usaha yang dikenal dengan nama Pernik HSI. Anda dapat mengaksesnya pada tautan pernik.hsi.id.

Pernik HSI menjual merchandise resmi dan berbagai perlengkapan yang dapat menunjang proses pembelajaran para santri.

Berdasarkan keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, pada tanggal 11 Januari 2020 CV Pernik HSI AbdullahRoy telah resmi berdiri dan terdaftar dalam Sistem Administrasi Badan Usaha yang berkedudukan di Kabupaten Bantul, Yogyakarta.

☑️ Bagaimana Sistem Belajar HSI?

Sistem belajarnya sangat praktis.

Santri mengakses akun pribadinya dan mendengarkan rekaman audio pembacaan materi oleh Ustadz Abdullah Roy yang dibagikan secara berkala di grup WhatsApp (WA) atau Telegram.

Di setiap grup, akan ada admin atau tim HSI yang bertugas mengirimkan file audio tersebut, menyampaikan berbagai pengumuman penting, hingga mengingatkan para santri yang belum mengerjakan evaluasi.

Materi audio ini dibagikan setiap hari Senin sampai Jumat.

Setiap santri HSI wajib mengerjakan Evaluasi Harian.

Selain itu, terdapat juga Evaluasi Pekanan yang diadakan setiap selesai 5 materi, dan Evaluasi Akhir setiap selesai 25 hingga 30 materi.

Seluruh soal evaluasi tersebut disajikan dalam bentuk pilihan ganda dan dapat diakses melalui akun khusus santri di edu.hsi.id.

Gambar dashboard akun yang diberikan kepada santri HSI.
Gambar dashboard akun yang diberikan kepada santri HSI

Jika telah dinyatakan lulus pada satu rangkaian Silsilah, santri berhak melanjutkan pendidikannya ke Silsilah berikutnya.

Santri yang lulus juga akan memperoleh syahadah (sertifikat) dan transkrip nilai.

Transkrip Nilai HSI.
Transkrip Nilai HSI
Syahadah HSI
Syahadah HSI

Saat memperbarui artikel ini pada bulan Mei 2026, saya baru saja menyelesaikan Silsilah Ilmiyyah Pembahasan Kitab Nawaqidhul Islam.

Saya bertekad untuk terus mengikuti kegiatan belajar ini hingga tuntas.

Di luar program reguler Silsilah, Ustadz Abdullah Roy juga kerap menyelenggarakan Muhadharah Kubra, yaitu kajian tematik yang disampaikan oleh beliau baik secara offline maupun online.

HSI juga pernah mengadakan acara Family Gathering, seperti yang diselenggarakan di Puncak Halimun Camp, Bogor, pada 8 sampai 10 Desember 2023.

☑️ Materi yang Ringkas, Esensial, dan Bertahap

Hal yang paling saya sukai dari materi HSI adalah sifatnya yang sangat ringkas, esensial, dan disampaikan secara bertahap.

Durasi materi audionya rata-rata hanya berkisar 5 menit saja.

Benar-benar ringkas dan sama sekali tidak memberatkan peserta.

Meskipun singkat, materi yang diberikan adalah perkara esensial dan langsung menyentuh inti pembahasan yang wajib dipahami, lengkap dengan landasan dalil ayat Al-Qur’an dan Hadits.

Materinya pun disusun sangat rapi, bertahap dari level yang paling dasar.

☑️ Semakin Naik Silsilah, Semakin Ketat Persaingannya

HSI AbdullahRoy menerapkan sistem peringkat (ranking) yang dihitung berdasarkan akumulasi poin dari Evaluasi Harian, Evaluasi Pekanan, dan Evaluasi Akhir.

Untuk bisa menyelesaikan sebuah Silsilah, seorang santri mutlak membutuhkan komitmen dan kesungguhan yang tinggi.

Jika dia sering lalai atau malas mengerjakan evaluasi, dia pasti akan kandas di tengah jalan.

Sistem ini secara alami akan menyeleksi para peserta.

Mereka yang berhasil melaju ke Silsilah berikutnya adalah orang-orang yang terbukti berkomitmen tinggi.

Oleh karena itu, saya sangat merasakan bahwa semakin tinggi level Silsilahnya, semakin ketat pula persaingan untuk meraih peringkat atas.

Teman belajar kita adalah para santri yang sudah teruji kesungguhannya berkali-kali.

Pada awal bergabung, saya cukup mudah meraih peringkat 5 besar.

Namun, ketika naik ke Silsilah-Silsilah selanjutnya, posisi saya sering terlempar jauh dari 10 besar.

☑️ Hikmah Merasakan Naik Turun Peringkat

Selama mengikuti HSI, pergerakan peringkat saya terasa seperti sedang menaiki roller coaster.

Saya pernah bertengger di peringkat 1 atau 2 secara berturut-turut pada evaluasi harian, namun mendadak terlempar jauh setelah menyelesaikan evaluasi akhir.

Hal ini terjadi karena bobot poin Evaluasi Akhir jauh lebih tinggi dibandingkan evaluasi harian maupun pekanan.

Jika kita salah menjawab di Evaluasi Akhir, posisi kita akan langsung tertinggal jauh.

Lantas, hikmah apa yang saya pelajari dari sistem ini?

Saya menemukan fakta bahwa sistem pembobotan di HSI memberikan hikmah yang indah.

Sejauh apa pun seorang santri tertinggal di awal, selalu ada peluang dan momen besar untuk menyusul di akhir.

Sebaliknya, santri yang sedari awal sudah unggul bisa saja dengan mudah disalip oleh santri di peringkat bawah jika dia lengah pada ujian akhir.

Bukankah hal ini sangat menyerupai kehidupan kita di dunia nyata?

Di dunia nyata, seseorang yang baru memeluk Islam (mualaf) atau baru memulai hijrahnya bisa saja melesat berprogres lebih cepat ketimbang mereka yang sudah berislam sejak lahir.

Saya mengenal seorang keturunan Jepang-Amerika yang memutuskan memeluk Islam di usia dewasa, lalu melanjutkan kuliah di Madinah.

Ilmu dan hafalan Al-Qur’annya jelas jauh melampaui saya yang terlahir sebagai muslim.

Itu adalah hal yang sangat lumrah terjadi.

Kunci utamanya adalah konsistensi (istiqomah) dalam memperbaiki kualitas diri.

Ada banyak fase naik turun dalam perjalanan hidup manusia, tetapi yang paling menentukan adalah hasil akhirnya: apakah kita akan menutup usia dalam keadaan husnulkhatimah (baik) atau justru su’ulkhatimah (buruk).

☑️ Menyikapi Peringkat yang Tidak Sesuai Harapan

Perolehan peringkat di HSI dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satunya adalah kecepatan menjawab.

Santri yang menjawab benar dengan durasi waktu lebih cepat akan mendapat peringkat lebih tinggi daripada santri yang menjawab benar tetapi menghabiskan waktu lebih lama.

Terkait hal ini, saya pernah mengalami:

➡️ Kendala teknis pada sistem.

Saat menekan tombol kirim, sistem error dan menganggap saya belum mengirim jawaban.

Ketika saya mengkliknya ulang dan berhasil terkirim, durasi pengerjaan saya tercatat bertambah beberapa detik.

➡️ Saya juga pernah sama sekali lupa mengerjakan Evaluasi Harian karena pikiran sedang kalut merawat anak yang sedang sakit.

Padahal, admin HSI di grup sudah mengingatkan.

Namun, qadarullah saya tetap terlewat.

➡️ Di lain waktu, saya beberapa kali terkecoh karena kurang teliti membaca kata “kecuali” pada pilihan ganda, atau salah memahami maksud dari pertanyaan tersebut.

Berbagai faktor inilah yang membuat perjuangan mempertahankan peringkat 5 besar terasa sangat menantang.

Walaupun peringkat tinggi selalu menjadi harapan, pada akhirnya saya menyadari satu hal yang jauh lebih penting: pemahaman dan aplikasinya di dunia nyata.

Percuma mendapat nilai sempurna jika tidak mampu merealisasikan ilmu tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Jika di awal bergabung saya sangat berambisi mengejar peringkat 1, kini saya lebih menikmati proses belajarnya dan fokus memastikan bahwa materi tersebut benar-benar saya pahami secara utuh.

☑️ Manfaat Terbesar Belajar Islam secara Online di HSI

Sahabat, HSI AbdullahRoy memberikan manfaat yang teramat besar bagi hidup saya.

Saya mendapatkan kesempatan emas untuk mempelajari ilmu agama secara terstruktur dari hal-hal yang paling mendasar.

Berkat fasilitas online ini, saya bisa belajar di mana saja.

Tidak jarang saya menyimak materi dan mengerjakan soal evaluasi saat sedang berada di dalam perjalanan.

Belajar di HSI sukses melatih dan memaksa diri saya untuk terbiasa menuntut ilmu syar’i secara rutin setiap harinya tanpa terasa membebani.

Kalaupun ada santri yang kesulitan menembus peringkat atas, selama dia terus berjuang untuk menyelesaikan setiap Silsilah, saya yakin santri tersebut telah berhasil membentuk kebiasaan belajar agama yang sangat luar biasa.

Ini adalah sebuah keberkahan tersendiri.

HSI AbdullahRoy tentu bukanlah satu-satunya tempat untuk menimba ilmu agama.

Namun, dengan segala kemudahan dan sistem pembelajarannya yang terstruktur, kita bisa mendulang manfaat yang sangat berlimpah dari program ini.

Kuncinya adalah senantiasa meluruskan niat, menjaga keikhlasan hati, dan mengedepankan adab agar ilmu yang diserap membawa keberkahan.

Sebagai penutup, ulasan ini saya perbarui pada bulan Mei 2026.

Perubahan sistem atau kebijakan tentu bisa saja terjadi seiring berjalannya waktu.

Maka dari itu, untuk mendapatkan informasi paling mutakhir, silakan kunjungi situs resmi pendaftaran HSI di daftar.hsi.id.

Demikianlah ulasan dan pengalaman pribadi saya selama belajar Islam di Halaqah Silsilah Ilmiyyah AbdullahRoy.

Mohamad Iqbal Akhirudin // TambahBaik.com

Featured Image: iStock.com / Baramyou0708 (Standard License)


Discover more from Tambah Baik

Subscribe to get the latest posts sent to your email.

Comments

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Discover more from Tambah Baik

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading