Review Buku Marie Kondo: Berbenah & Bereskan Masa Lalu

Metode KonMari bukan sekadar rapi-rapi. Simak bagaimana cara berbenah ini bisa mengubah perspektif hidup, memperbaiki hati, hingga lebih tenang.

Review Buku Marie Kondo: Berbenah & Bereskan Masa Lalu

✨ Buku yang “Menyeleksi” Buku Lainnya

Sahabat, buku ini adalah buku yang berhasil “menyeleksi” buku-buku lainnya.

Dahulu, saya punya daftar panjang berisi deretan buku yang ingin saya beli.

Namun, setelah selesai membaca The Life-Changing Magic of Tidying Up, saya langsung mencoret daftar panjang tersebut!

Ini adalah sebuah karya istimewa yang saya harap bisa saya temukan lebih awal.

Melalui tulisan ini, saya ingin mengulas/review dan mendudukkan buku ini secara proporsional.

Berdasarkan pengamatan saya, tidak semua hal di dalamnya cocok diterapkan oleh setiap orang.

Namun, hal itu sama sekali tidak mengurangi manfaat besar yang ditawarkannya.

Dalam ulasan ini, saya merujuk pada dua edisi:

📕 e-book berbahasa Inggris ➡️ The Life-Changing Magic of Tidying Up: The Japanese Art of Decluttering and Organizing terbitan Ten Speed Press, dan

📕 edisi cetak berbahasa Indonesia ➡️ Seni Beres-Beres dan Metode Merapikan ala Jepang terbitan Bentang Pustaka.

✨ 3 Fakta Unik Buku Ini

Sebelum membahas lebih jauh, mari kita perhatikan tiga fakta unik dari buku ini:

#️⃣ Fakta 1: Judulnya Sering Bikin Salah Paham

Banyak yang mengira ini hanyalah panduan teknis membereskan rumah.

Padahal, buku ini jauh melampaui sekadar urusan sapu dan pel.

Buku ini mengupas tuntas alasan mendasar mengapa kita harus berbenah dan dampak luar biasa yang menyertainya.

#️⃣ Fakta 2: Testimoni Pembaca yang Tidak Biasa

Beberapa kali saya dengar orang bilang begini, “Ya, paling juga kalau sudah punya anak kecil bakal susah menjaga rumah tetap rapi ala Konmari..”

Saya ragu bahwa mereka yang berpendapat begitu telah benar-benar membaca buku ini.

Karena, jika sudah membaca buku ini dan memahami makna di dalamnya, akan paham kalau buku ini bukan sekadar cara membereskan rumah.

Pada bab Pendahuluan, Anda tidak akan menemukan testimoni berbunyi “rumah saya jadi rapi”.

Wah, padahal ini kan buku tentang berbenah rumah?

Benar, saya sudah mengeceknya berkali-kali, tidak ada testimoni di buku itu yang menyebutkan tentang rumah yang jadi rapi.

Ajaibnya, para pembaca justru memberikan pengakuan mengejutkan seperti:

  • Saya berhenti bekerja dan memulai bisnis impian.”
  • “Angka penjualan bisnis saya kian meningkat.”
  • “Saya dan suami kian rukun saja.”
  • “Berat badan saya turun lima kilogram.”

Dampak berbenah ternyata sangat luas dan mampu menyentuh aspek paling krusial dalam hidup seseorang!

#️⃣ Fakta 3: Menularkan Antusiasme yang Besar

Buku ini sukses membuat pembacanya sangat ingin membagikan inspirasinya kepada orang lain.

Saya sendiri sampai membeli beberapa eksemplar untuk dibagikan kepada orang-orang terdekat, karena gemas mestinya lebih banyak orang lagi yang membacanya.

Penulis kondang Dee Lestari pun pernah bercerita di blognya bahwa buku ini mendorongnya bergegas mendatangi penerbit agar versi terjemahannya segera diwujudkan.

✨ Tentang Penulisnya: Marie Kondo

Buku ini ditulis oleh Marie Kondo, seorang perempuan asal Jepang yang sudah menggandrungi majalah interior sejak usia 5 tahun.

Kegemaran itu membawanya pada penelitian serius di usia 15 tahun, hingga akhirnya melahirkan metode KonMari (singkatan dari gabungan nama depan dan belakangnya).

Kini, ia menjadi konsultan berbenah kelas dunia.

Saat saya membaca buku ini pada tahun 2016 silam, daftar tunggu jasa konsultasinya sudah mencapai tiga bulan, bahkan saat ini antreannya pasti jauh lebih panjang.

Majalah Time pun menobatkannya sebagai salah satu dari 100 orang paling berpengaruh di dunia pada 2015.

Membaca bukunya terasa seperti mendengarkan langsung cerita seorang sahabat yang rendah hati dan punya misi mulia membebaskan kliennya dari jeratan barang berantakan (clutter).

✨ Metode KonMari: Bukan Berbenah Biasa

Inti dari metode KonMari sebenarnya sangat lugas: “Pilih hanya barang yang ingin Anda simpan, dan buang sisanya.”

Terdengar sepele?

Kenyataannya, kalimat sederhana inilah yang memicu transformasi hidup banyak orang.

Selama ini, rutinitas berbenah kita kerap kali hanya sebatas memindah-mindahkan barang, menyapu, atau menata ulang.

Kita jarang menimbang secara kritis apakah barang tersebut masih layak dipertahankan.

Aturan main KonMari sangat jelas perbedaannya dengan berbenah biasa:

  • ☑️ Buang dahulu, baru rapikan. Urutannya tidak boleh dibalik.
  • ☑️ Lakukan sekaligus. Sediakan waktu khusus untuk beres-beres secara maraton. Efek psikologisnya akan jauh lebih terasa jika diselesaikan sekaligus.
  • ☑️ Berdasarkan kategori, bukan lokasi. Jangan bereskan kamar per kamar. Kumpulkan semua pakaian dari seluruh penjuru rumah, lalu beralih ke buku, kertas, dan seterusnya.
  • ☑️ Tanyakan: “Does it spark joy? Ambil setiap barang dengan tangan Anda, lalu rasakan apakah benda itu membangkitkan kegembiraan. Jika tidak, lepaskan.
Cover buku The Life-Changing Magic of Tidying Up karangan Marie Kondo.

✨ Mengapa Berbenah Bisa Mengubah Hidup?

Marie Kondo menulis, “Dengan menata ulang rumah kita secara menyeluruh, gaya hidup dan perspektif kita akan ikut berubah drastis.”

Metode KonMari pada hakikatnya melatih kita untuk terus mengevaluasi dan bertanya “mengapa” pada diri sendiri.

Kenapa saya menyimpan benda ini? Apakah ia benar-benar membawa kebahagiaan?

Latihan mengambil keputusan ini perlahan akan terbawa ke ranah kehidupan yang lebih luas.

Kita menjadi lebih tangguh membuang beban masa lalu yang pahit, berani melepaskan kebiasaan buruk (seperti merokok), dan berhenti mengorbankan kehidupan akhirat hanya demi urusan dunia yang fana.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda: “Sesungguhnya jika engkau meninggalkan sesuatu karena Allah, niscaya Allah akan memberi ganti padamu dengan yang lebih baik.” (Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad).

✨ Dua Catatan untuk Buku Ini

Meskipun sangat bermanfaat, saya memiliki dua catatan penting agar buku ini bisa dipraktikkan dengan proporsional:

➡️ Pertama, Marie Kondo melarang kita memodifikasi metode berbenahnya agar efektif.

Namun menurut saya, kita tetap bisa fleksibel asalkan prinsip utamanya terjaga (membuang dahulu, baru menyimpan).

Saya pribadi tidak sanggup berbenah maraton dalam sehari, sehingga saya memodifikasinya menjadi proyek 30 hari.

Hasilnya tetap luar biasa, ratusan barang berhasil saya lepaskan.

➡️ Kedua, di buku ini, Marie Kondo mengajarkan untuk menyapa dan membungkuk kepada rumah, serta berterima kasih kepada benda mati.

Tampaknya itu hal yang lazim di kebudayaan Jepang.

Namun, sebagai seorang muslim, saya cukup menggantinya dengan mengucap basmalah saat masuk rumah, dan memanjatkan syukur kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang telah menitipkan rezeki berupa barang-barang tersebut.

✨ Apakah Harus Beli? (Ini Perubahan yang Saya Rasakan)

Saya sangat merekomendasikan Anda untuk membeli buku ini. Harganya sangat terjangkau dibandingkan dengan manfaat revolusioner yang akan Anda dapatkan.

Bagi Sahabat yang bertanya, “Memangnya apa perubahan yang kamu rasakan?” Berikut adalah dampaknya bagi hidup saya:

  1. Saya tidak perlu berbenah sesering dahulu.
  2. Pikiran menjadi jauh lebih jernih sebelum memutuskan membeli barang baru.
  3. Saya berhenti menimbun buku yang tidak akan dibaca.
  4. Hati terasa lebih ringan dan rida saat kehilangan sesuatu.
  5. Saya menjadi jauh lebih menikmati lantunan Al-Qur’an dan mulai lebih menyukainya ketimbang alunan musik.
  6. Kesedihan dan kegalauan hidup jauh berkurang.

Sahabat, mungkin Anda bingung apa hubungannya antara berbenah dengan manfaat yang saya klaim telah saya rasakan itu.

Percayalah, dengan melakukan berbenah metode KonMari, Anda bisa mengalami perubahan yang tak terduga.

Sebagai penutup, mari jadikan hadits berikut sebagai penyemangat untuk menyingkirkan hal-hal yang tidak bermanfaat dalam hidup kita:

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda, “Di antara (tanda) kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan perkara yang tidak bermanfaat baginya.” (Hadits yang diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi).

Sekian ulasan atau resensi buku ini.

Kepada Allah saya memohon agar tulisan ini membawa kebaikan.

Apakah Anda sudah pernah membaca buku ini?

Mari bagikan pengalaman Anda di kolom komentar.

Mohamad Iqbal Akhirudin // TambahBaik.com


Discover more from Tambah Baik

Subscribe to get the latest posts sent to your email.

Comments

2 responses to “Review Buku Marie Kondo: Berbenah & Bereskan Masa Lalu”

  1. Gilang Avatar

    Menarik. Dulu pak dahlan iskan pernah review buku ini. kelupaan mau beli kok ga sempet. ke gramed pun ga nongol ini buku di rak best-seller.

    Sepertinya bagus untuk yang kadang masih “sayang” ngebuang/donasi/jual barang yang ga kepakai karena faktor “kenangan” 😀

    1. Mohamad Iqbal Akhirudin Avatar

      Sekarang bagaimana, Mas Gilang, apa sudah berhasil dapetin buku ini?

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Discover more from Tambah Baik

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading