3 Hal yang PASTI Akan Menghentikan Kezaliman Seseorang

Kezaliman pasti berhenti karena maut atau ketidakmampuan. Namun, berhenti karena kesadaran diri adalah pilihan terbaik. Simak renungan menyentuh ini.

3 Hal yang PASTI Akan Menghentikan Kezaliman Seseorang

Sahabat, sadarkah kita bahwa satu dari tiga hal ini pasti akan menghentikan kezaliman seseorang di dunia.

Siapa pun orangnya.

Bagaimanapun tampak hebatnya dia sekarang.

Kezaliman dirinya pasti akan menemui titik henti karena salah satu dari 3 alasan ini:

Pertama, kematian telah menghampirinya #️⃣.

Kedua, ketidakmampuan telah mendatanginya #️⃣.

Ketiga, dia tersadar akan kesalahannya dan memutuskan untuk meninggalkan kezaliman tersebut #️⃣.

Katakanlah, ada seseorang yang senang memfitnah, mengolok-olok orang, menyiksa sesama, menyia-nyiakan anak dan istri atau suaminya, hingga berkhianat.

Adalah hal yang mustahil dia akan bisa melakukan semua keburukan itu selamanya di dunia ini.

PASTI akan berhenti.

Mengapa Kezaliman Pasti Berhenti?

Mari kita bedah ketiga hal tersebut satu per satu:

#️⃣ Pertama, dihentikan oleh kematian

Orang yang zalim, jika dia mati, maka dia akan segera berhenti berbuat keji.

Saat itu juga, tidak bisa ditawar dan tidak bisa ditunda-tunda.

#️⃣ Kedua, dihentikan oleh ketidakmampuan fisik atau situasi

Seorang pelaku kezaliman, ketika dia tidak lagi mampu bertindak, seperti karena hilang akal (gila), masuk tahanan, atau terbaring karena sakit keras, maka dia pun akan berhenti.

Sebab, sungguh berat bagi orang yang terkena strok (misalnya) dan hanya bisa terbaring lemah di atas kasur untuk terus menzalimi orang lain.

#️⃣ Ketiga, dihentikan oleh keputusan sadarnya sendiri

Yakni, ketika seorang yang zalim memutuskan untuk meninggalkan perbuatan keji tersebut dan memilih jalan yang baik.

Selagi dia masih hidup dan tubuhnya masih sehat bugar untuk melakukan berbagai hal, dia secara sadar dan sengaja memutuskan untuk meninggalkan kejahatan dirinya.

Ingin Dihentikan oleh Apa?

Kalau ketiga hal tersebut pasti akan menghentikan kezaliman seseorang, maka lebih baik kita berhenti berbuat zalim karena alasan yang mana?

Apakah ingin dihentikan oleh kematian?

Dihentikan oleh ketidakmampuan fisik?

Atau dihentikan oleh keputusan dan kesadaran diri sendiri?

Jika seseorang baru saja tersadar telah melakukan perbuatan zalim, kemudian dengan segera menghentikannya, memperbaiki kerusakan yang telah ditimbulkannya, dan meminta maaf kepada orang-orang yang telah dizalimi, maka hendaknya dia bersyukur.

Hal itu artinya Allah Subhanahu Wa Ta’ala masih memberinya kesempatan yang amat berharga untuk menghentikan perbuatan tersebut dan bertobat.

Ketika seseorang menyadari (atau ada orang baik yang mengingatkan dirinya) bahwa dia sedang berbuat zalim, sudah semestinya dia segera tersentak dan bertanya ke dalam relung hatinya, “Mau sampai kapan terus seperti ini?”

Pertanyaan “mau sampai kapan” adalah pertanyaan mendasar yang perlu kita tanyakan kepada diri masing-masing.

Apakah belum tiba saatnya bagi kita untuk kembali merendah kepada Allah?

“Apakah belum tiba waktunya bagi orang-orang yang beriman agar hati mereka khusyuk mengingat Allah dan apa yang turun dari kebenaran (Al-Qur’an).

Janganlah mereka (berlaku) seperti orang-orang yang telah menerima kitab sebelum itu, kemudian mereka melalui masa yang panjang sehingga hati mereka menjadi keras.

Banyak di antara mereka adalah orang-orang fasik.” (Al-Qur’an Surah Al-Hadid ayat 16)

Mohamad Iqbal Akhirudin // TambahBaik.com

Featured Image: iStock.com / borchee (Standard License)


Discover more from Tambah Baik

Subscribe to get the latest posts sent to your email.

Comments

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Discover more from Tambah Baik

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading