Sahabat, dalam tulisan sebelumnya di blog ini, kita telah membahas dua makna penting istighfar dalam kehidupan seorang muslim.
Keduanya adalah:
#️⃣ Istighfar sebagai jalan memperoleh pertolongan Allah, dan
#️⃣ Istighfar sebagai penyempurna kekurangan amal shalih.
Melanjutkan pembahasan tersebut, melalui tulisan kali ini saya akan berbagi satu keutamaan luar biasa lainnya dari istighfar.
Sebuah jaminan bahwa istighfar mencegah turunnya azab dari Allah.
Dua Jaminan Keamanan dari Azab Allah
Dalam buku Fikih Istighfar (Fiqhul Istighfar) karya Syaikh Muhammad Ismail Al-Muqaddam yang diterbitkan oleh Pustaka Al-Kautsar (Jakarta, 2015), terdapat pembahasan yang sangat mendalam mengenai hal ini.
Dijelaskan bahwa keutamaan istighfar mampu mencegah turunnya siksa dan murka Allah, sebagaimana disandarkan pada tafsir Surah Al-Anfal ayat 33:
“Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka selama engkau (Nabi Muhammad) berada di antara mereka
dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka selama mereka memohon ampunan.” (Al-Qur’an Surah Al-Anfal ayat 33).
Sejalan dengan firman agung tersebut, Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘Anhu berkata, “Dulu, dalam umat ini ada dua jaminan keamanan, yaitu Rasulullah dan istighfar. Satu jaminan keamanan, yakni Rasulullah, sudah tiada, sekarang tinggal satu, yaitu istighfar.”
Satu-Satunya Penyelamat yang Tersisa Bagi Kita
Sahabat, mari kita resapi kembali perkataan penuh hikmah tadi.
Allah telah memberikan janji pasti di dalam Surah Al-Anfal ayat 33, bahwa Dia tidak akan menimpakan azab kepada suatu kaum selama ada dua hal pada diri mereka:
☑️ (1) Selama Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam masih hidup di tengah-tengah mereka.
☑️ (2) Selama mereka senantiasa beristighfar.
Akan tetapi, sebagaimana telah kita ketahui bersama, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam telah lama wafat meninggalkan kita semua.
Artinya, jaminan keamanan dari murka dan siksa Allah di dunia ini kini hanya tersisa satu saja, yaitu istighfar, senantiasa memohon ampunan kepada Allah.
Dengan menyadari hal tersebut, sangat jelaslah bahwa kita sebagai hamba Allah yang lemah ini amat sangat butuh untuk terus memperbanyak istighfar setiap hari.
Sebagai penutup pengingat diri ini, mari kita sama-sama menundukkan hati dan memperbanyak beristighfar kepada Allah.
Mohamad Iqbal Akhirudin // TambahBaik.com
Featured Image: iStock.com / katerinasergeevna (Standard License)

Leave a Reply