Sahabat, pagi itu seseorang sedang asyik joging di sebuah perumahan.
Aplikasi Strava di telepon genggamnya sudah menunjukkan angka 4,1 km sebagai jarak yang telah ditempuh.
Di sela-sela joging, dia juga sempat berhenti di lapangan untuk melakukan gerak badan.
Mulai dari yang ringan seperti peregangan atau stretching, hingga latihan fisik yang cukup berat sampai bikin badan banjir keringat dan berasap.
Berhubung ada urusan yang harus segera diselesaikan, dia pun menyudahi aktivitas jogingnya.
Dia mulai berjalan mengitari perumahan sambil perlahan memperlambat gerakan langkah, ayunan tangan, dan ritme napasnya.
Semuanya harus syahdu, tenang, dan melambat, agar banjiran keringat yang bikin basah kuyup kausnya bisa cepat mereda.
Melambat, berjalan perlahan, atur napas.
Tiba-tiba, seseorang muncul dari arah depan dan menegurnya.
“Hei, wah kamu ini, kalau joging yang semangat, jangan lemas begitu. Sambil gerakkan tangannya dong.”
Miniatur Kehidupan: Penilaian Manusia yang Sering Keliru
Di lain tempat dan waktu, seseorang kedatangan seorang tamu.
Mendadak, murni tanpa mengabari sebelumnya.
Sang tuan rumah rupanya baru saja bangun dari tidur siang.
“Wah, siang-siang weekend begini kok malah tidur, sih? Hehe,” ledek sang tamu.
Padahal, sang tuan rumah baru saja memaksakan diri begadang semalaman suntuk.
Bukan untuk menonton, bukan nongkrong, bukan main game, dan bukan pula sekadar mengobrol membuang waktu.
Melainkan murni untuk belajar dan bekerja keras.
Hampir setiap hari rutinitas berat itu dia lakukan, berjuang hingga jam 12, jam 1, atau bahkan jam 2 malam.
Dia terpaksa melakukannya di larut malam karena pada siang harinya dia harus bekerja mencari nafkah.
Kemudian sepulang kerja, waktunya didedikasikan penuh untuk membersamai istri dan anaknya.
Barulah ketika sang anak sudah lelap tertidur, dia bisa memulai kembali aktivitas malamnya.
Dua kisah nyata di atas hanyalah miniatur kecil dari luasnya kehidupan kita.
Baca Juga: Jangan Berhenti Belajar: Ikhtiar Mukmin yang Dicintai Allah
Berharap pada Validasi Manusia Hanya Berbuah Kecewa
Andai seseorang beraktivitas, bekerja, berjuang, kemudian sangat berharap apa yang dilakukannya tersebut dilihat dan diakui oleh orang-orang, maka bersiaplah untuk menelan rasa kecewa.
Sebab, dinamika hidup tidak selalu berjalan sesuai harapan kita.
âž¡ï¸ Dalam kehidupan nyata, terkadang seseorang sudah berkontribusi secara penuh, bekerja keras dengan jujur dan tulus, tetapi justru orang lain yang mendapat penghargaan.
âž¡ï¸ Terkadang karena seseorang memilih untuk tidak banyak bicara, maka dia langsung dianggap tidak berbuat apa-apa.
âž¡ï¸ Terkadang seseorang telah banyak berkorban dan memberi, tetapi orang yang miskin rasa syukur akan menutup mata seolah tidak pernah melihat pemberiannya.
Begitulah realita kehidupan bergulir.
Cukuplah Allah sebagai Sebaik-baik Penilai
Tetapi satu hal yang pasti, Allah Maha Melihat segala sesuatu.
Katakanlah (Nabi Muhammad), “Bekerjalah! Maka, Allah, rasul-Nya, dan orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu.
Kamu akan dikembalikan kepada (Zat) yang mengetahui yang gaib dan yang nyata.
Lalu, Dia akan memberitakan kepada kamu apa yang selama ini kamu kerjakan.†(Al-Qur’an Surah At-Taubah ayat 105).
“Dirikanlah salat dan tunaikanlah zakat.
Segala kebaikan yang kamu kerjakan untuk dirimu akan kamu dapatkan (pahalanya) di sisi Allah.
Sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.” (Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 110).
Pandangan manusia bisa luput menilai dan lisan mereka bisa salah berucap. Tetapi Allah Maha Melihat apa yang kita kerjakan.
Lanjutkan perjuangan dengan ikhlas, karena balasan dari Allah pasti jauh lebih indah dan abadi daripada sekadar tepuk tangan manusia.
Mohamad Iqbal Akhirudin // TambahBaik.com
Featured Image: iStock.com / fotostorm (Standard License)
Iya ya, sering banget nih terjadi kayak gini, dan (jadi malu kalau teringat) sering juga saya kebawa suasana hati, langsung ngegas, padahal ya kalau dipikir-pikir, ya buat apa ya?
Toh apapun penilaian orang, yang paling penting adalah Allah yang Maha Melihat dan Mengetahui apa yang kita lakukan 🙂