Sahabat, dahulu kalau sedang menguap, saya terkadang sengaja mengencangkan suaranya menjadi “hoamm” atau “hoahoahoa”, sampai-sampai istri saya harus mengingatkan.
Bukan berarti saya belum tahu atau belum mendapat ilmunya bahwa saat menguap itu mestinya mulut ditutup atau ditahan sebisanya.
Tetapi, saya terkadang tetap saja mengulangi kebiasaan buruk tersebut.
Tertohok oleh Konten Sederhana di Media Sosial
Sampai suatu ketika, saya melihat sebuah video yang dibagikan oleh seseorang di Facebook.
Sosok pembuat videonya sama sekali tidak saya kenal.
Judul videonya kira-kira begini: “Bahaya Menguap Waktu Shalat”.
Inti dari video tersebut mengingatkan bahwa ketika timbul rasa ingin menguap saat sedang mengerjakan sholat, sebenarnya setan sedang berusaha mencuri kekhusyukan atau fokus kita terhadap Allah.
Sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam
“Jika salah seorang di antara kalian menguap dalam shalat, hendaklah ia tahan semampunya karena setan ketika itu sedang masuk.” (Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim)
Dalam hadits lainnya disebutkan:
“Adapun menguap, maka itu adalah dari setan.
Apabila salah seorang di antara kalian menguap, hendaklah ia menahannya semampu mungkin.
Karena, jika salah seorang di antara kalian menguap, maka setan tertawa karenanya.” (Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari)
Berdasarkan hadits-hadits tersebut, ternyata menguap bukanlah aktivitas yang boleh dilakukan selepas-lepasnya, mesti diupayakan untuk ditahan.
Apa yang disampaikan oleh pembuat video itu sesungguhnya bukanlah hal baru bagi saya.
Pesan tersebut bukan sesuatu yang baru pertama kali saya dengar.
Akan tetapi, ternyata video pendek itu berhasil membuat saya merasa tertohok dan jadi kepikiran.
Alhasil, sejak saat itu, sering kali saat saya merasa akan menguap, saya teringat pada video tersebut sehingga langsung berusaha keras menahannya agar tidak bersuara “hoahmm”.
Peluang Amal Jariah bagi para Pembuat Konten
Saya tidak mengenal pembuat video tersebut.
Saya juga tidak tahu apakah dia kelak akan menjadi content creator yang sukses dan meraih penghasilan besar darinya.
Namun, satu hal yang saya tahu pasti: ada satu orang yang tergerak dari video yang dia buat, yaitu saya sendiri.
Bayangkan, setiap kali saya ingat untuk menahan diri saat menguap, maka sang pembuat video berpeluang besar mendapatkan pahala jariah.
Seperti sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam tentang keutamaan menunjuki kepada kebaikan:
“Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya.” (Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim)
Maka dari itu, para content creator hendaknya terus semangat untuk berbagi kebaikan.
Baik itu melalui tulisan blog, video, podcast, infografis, dan sarana lainnya.
Karena siapa tahu, melalui kebaikan yang dibagikan tersebut, akan ada orang yang tersentuh hatinya dan bergerak untuk mengubah diri menjadi pribadi yang lebih baik, tatkala konten yang dibagikan ternyata menjadi wasilah hidayah dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
Mari terus berbagi inspirasi kebaikan dengan apa yang kita bisa.
Baca Juga: Hidup Adalah Perjalanan: 3 Kunci Hati Tenang & Tak Tersesat
Mohamad Iqbal Akhirudin // TambahBaik.com
Featured Image: Pexels.com / Amar Preciado

Leave a Reply