Istighfar: Kunci Penyempurna Kekurangan Amal Shalih Kita

Kita bukan malaikat. Merasa ibadah kurang maksimal? Jangan cemas. Simak rahasia Surah Fussilat: Istighfar jadi penambal amal yang retak.

Istighfar: Kunci Penyempurna Kekurangan Amal Shalih Kita

Sahabat, dalam tulisan sebelumnya di blog ini, saya telah membagikan sebuah rahasia besar mengenai kunci datangnya pertolongan Allah, yaitu dengan memperbanyak istighfar memohon ampunan-Nya. (Baca selengkapnya: https://tambahbaik.com/istighfar-kunci-pertolongan-allah/)

Melanjutkan pembahasan tersebut, kali ini saya ingin kembali mengungkap salah satu faedah, inspirasi, atau ilmu yang sangat berpengaruh dalam perjalanan hidup saya.

Ilmu tersebut adalah sebuah pemahaman luhur bahwa istighfar sejatinya merupakan penyempurna atas segala kekurangan amal shalih yang kita kerjakan.

Perintah Istiqomah dalam Surah Fussilat

Dalam buku Fikih Istighfar (Fiqhul Istighfar) karya Syaikh Muhammad Ismail Al-Muqaddam yang diterbitkan oleh Pustaka Al-Kautsar (Jakarta, 2015), terdapat pembahasan mendalam mengenai keutamaan istighfar yang disandarkan pada tafsir Al-Qur’an Surah Fussilat ayat 6.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

“Katakanlah (Nabi Muhammad), ‘Sesungguhnya aku hanyalah seorang manusia seperti kamu yang diwahyukan kepadaku bahwa Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Maha Esa.

Oleh sebab itu, tetaplah (dalam beribadah) dan mohonlah ampunan kepada-Nya.

Celakalah orang-orang yang mempersekutukan(-Nya),’” (Al-Qur’an Surah Fussilat ayat 6)

Ayat mulia di atas memuat perintah yang tegas untuk senantiasa berlaku istiqomah.

Menurut Al-Hafiz Ibnu Rajab Rahimahullah, istiqomah bermakna berjalan lurus di atas agama yang benar tanpa berbelok ke kanan maupun ke kiri.

Sikap ini mencakup pelaksanaan seluruh ketaatan secara lahir dan batin, sekaligus meninggalkan seluruh bentuk kemungkaran.

Artinya, ada perintah bagi setiap hamba untuk selalu menaati Allah secara konsisten, tidak berhenti, tidak mundur, serta tidak pernah berpaling dari aturan maupun larangan-Nya.

Apakah Selalu Taat Itu Mudah?

Sahabat, pertanyaan pentingnya sekarang adalah, apakah mempertahankan ketaatan penuh setiap saat itu merupakan hal yang mudah dilakukan?

Kita semua pasti tahu jawabannya.

Sangat tidak mudah menjadi hamba yang selalu sempurna menjalankan ketaatan dalam setiap keadaan.

Sebagai manusia biasa, kita dipenuhi dengan kelemahan dan sangat rentan terjerumus ke dalam pusaran dosa serta kesalahan.

Namun, kita sama sekali tidak boleh berputus asa.

Ternyata, Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang Maha Pengasih telah menyisipkan sebuah isyarat indah penyejuk hati di dalam Surah Fussilat ayat 6 tersebut.

Istighfar Sebagai Penutup Celah Kekurangan Ibadah

Ayat tersebut memberikan isyarat bahwa dalam usaha panjang untuk terus istiqomah, pasti akan selalu ada celah kekurangan dari standar ibadah yang diperintahkan.

Oleh karena itu, Allah memerintahkan hamba-Nya untuk menutup celah kekurangan tersebut dengan beristighfar, bertaubat, dan kembali meniti jalan istiqomah.

Inilah salah satu makna penting dari kehadiran istighfar bagi setiap manusia.

Allah menjadikan istighfar sebagai jalan bagi kita untuk menyempurnakan amal ibadah yang masih banyak kurangnya.

Allah Maha Mengetahui bahwa kita akan sering tertatih dan kesulitan untuk terus taat secara istiqomah.

Oleh sebab itu, Dia memberikan kesempatan luas bagi kita untuk menambal segala kekurangan tersebut dengan cara memperbanyak istighfar memohon ampunan kepada-Nya.

Sebagai penutup tulisan ini, mari kita sama sama menundukkan hati dan terus memperbanyak istighfar kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Mohamad Iqbal Akhirudin // TambahBaik.com

Featured Image: iStock.com / SrdjanPav (Standard License)


Discover more from Tambah Baik

Subscribe to get the latest posts sent to your email.

Comments

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Discover more from Tambah Baik

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading