Sahabat, dalam perjalanan mencari rida Allah, saya kembali menemukan sebuah faedah, ilmu, sekaligus inspirasi yang sangat indah.
Inspirasi ini sangat cocok menjadi penyemangat bagi setiap muslimah yang ingin menjadi lebih dekat dengan Allah melalui jalan konsisten memakai hijab.
Pesan berharga ini saya dapati dari buku berjudul Jangan Mati sebelum Berprasangka Baik kepada Allah karya Muhamad Yasir, Lc., yang diterbitkan oleh Pustaka Al-Kautsar (Jakarta, 2023).
Keistimewaan bagi Wanita yang Menjadi Ibadah Tiada Henti
Dalam buku tersebut, dijelaskan sebuah fakta yang amat menggugah hati.
Hijab adalah kekhususan bagi wanita. Tidak ada pada lelaki.
Setiap wanita berhijab, saat itu semua dihitung ibadah walaupun ia ke tempat-tempat wisata yang hukumnya mubah.
Karena itu pandailah berhusnuzhan, Allah akan mencatat semua waktu sebagai ibadah.
Terus-Menerus Bernilai Ibadah Layaknya Orang yang Berpuasa
Inspirasi dari buku tersebut menyadarkan kita pada satu hal penting.
Pada dasarnya, ketika seorang wanita berhijab dan meluruskan niat “memakai hijab” tersebut murni sebagai bentuk ketaatan kepada Allah, maka selama ia memakainya, dia sebenarnya sedang terus-menerus beribadah.
Kondisi ini sangat persis dengan ketika seseorang sedang menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadhan.
Sepanjang dia masih berpuasa dan belum batal, maka sepanjang itu pula dia terhitung sedang berada di dalam status beribadah kepada Allah, yaitu ibadah puasa Ramadhan.
Mari kita terus memurnikan niat di dalam hati.
Selalulah berprasangka baik bahwa Allah Subhanahu Wa Ta’ala akan senantiasa menuntun dan memudahkan hamba-hamba-Nya untuk beribadah kepada-Nya.
Mohamad Iqbal Akhirudin // TambahBaik.com
Featured Image: Pixabay.com / mfuente

Leave a Reply