Petualangan Salju Siang Hari di Gunung Kurama Kyoto

Setelah malam bersalju, saatnya kembali ke Kurama di siang hari! Baca catatan seru naik kereta kabel, membuat boneka salju, dan pesona rute hikingnya.

Petualangan Salju Siang Hari di Gunung Kurama Kyoto

Sahabat, tulisan ini adalah lanjutan dari cerita perjalanan sebelumnya:

Jadi, pada tanggal 2 Januari 2026, salju turun mewarnai Kyoto. Waktu itu, berhubung tempat saya dan keluarga tinggal tidak menerima salju yang banyak, kami bergegas pergi ke Stasiun Kurama (鞍馬駅) untuk mencari tumpukan salju yang lebih lebat.

Sesuai dengan harapan kami, kawasan Kurama (鞍馬) memang bersalju tebal.

Kami pun puas menikmati momen yang syahdu sekaligus penuh keceriaan di sana.

Namun, karena saat itu hari sudah beranjak malam, kami tidak bisa bermain berlama-lama.

Oleh karena itu, pada keesokan harinya, tepatnya tanggal 3 Januari 2026, kami kembali lagi ke Kurama!.

Kali ini kami berangkat lebih awal.

Penasaran seperti apa indahnya suasana salju di Kurama saat siang hari?

Pertama-tama, mari saksikan keseruannya di video berikut ini:

Tepat pada pukul 09:37 JST (waktu Jepang), kereta Eizan Railway mulai bergerak meninggalkan stasiun keberangkatan kami menuju Stasiun Kurama.

Setelah melewati 9 stasiun dalam perjalanan selama 24 menit, tepat pada pukul 10:01 JST, kereta kami tiba di Stasiun Kurama.

Berikut adalah urutan stasiunnya:

  1. Shugakuin Station (修学院駅)
  2. Takaragaike Station (宝ケ池駅)
  3. Hachiman-Mae Station (八幡前駅)
  4. Iwakura Station (岩倉駅)
  5. Kino Station (木野駅)
  6. Kyoto-Seikadai-Mae Station (京都精華大前駅)
  7. Nikenchaya Station (二軒茶屋駅)
  8. Ichihara Station (市原駅)
  9. Ninose Station (二ノ瀬駅)
  10. Kibuneguchi Station (貴船口駅)
  11. Kurama Station (鞍馬駅)

Berbeda dengan armada yang kami naiki kemarin (kereta wisata KIRARA yang bangkunya menghadap jendela), armada kali ini adalah kereta reguler dengan susunan bangku berhadap-hadapan seperti ini:

Kereta Eizan Railway, Kyoto.

Meskipun salju sudah tidak lagi turun, tumpukan salju dari hujan semalam masih tersisa dengan cukup tebal.

Kurama memang menjadi salah satu tempat wisata di Kyoto yang dapat diandalkan jika ingin melihat salju yang lebih tebal.

Kawasan Kurama ini memang menjadi salah satu destinasi wisata andalan di Kyoto jika kita ingin melihat salju yang tebal.

Hal ini sangat wajar, karena Kurama sebenarnya merupakan kawasan pegunungan, tepatnya Gunung Kurama (くらやまKurama-yama).

Berdasarkan brosur informasi yang saya baca di sana, tinggi Gunung Kurama berada di angka 570 meter di atas permukaan laut. Adapun menurut Wikipedia, tingginya tercatat 584 meter di atas permukaan laut.

Kereta Eizan Railway tiba di Stasiun Kurama, Kyoto.

Setibanya di stasiun, anak kami langsung mengecek apakah boneka salju (atau bola salju?) bikinannya semalam masih ada di tempatnya.

Ternyata karya mungilnya tersebut masih ada!

Aisyah Maryam Izzatunnisa mengecek boneka salju bikinannya di Stasiun Kurama, Kyoto.

Dari Stasiun Kurama, kami melanjutkan langkah berjalan kaki menuju stasiun kereta kabel Kurama-dera (Mount Kurama Funicular). Nama stasiunnya adalah San-mon Station (山門駅).

Kereta kabel inilah yang difungsikan untuk mengangkut para penumpang naik ke area Gunung Kurama yang lebih tinggi, dengan pemberhentian di Taho-to Station (多宝塔駅).

Bagi pengunjung yang ingin menikmati udara segar dan sekadar ingin hiking, tersedia juga rute khusus berjalan kaki menuju puncak.

Namun, menaiki kereta kabel ini sendiri merupakan bagian dari atraksi wisata Kurama yang tak kalah serunya.

Ruang tunggu San-mon Station (山門駅) untuk naik Kurama-dera cable, Kurama, Kyoto.

Kami segera membeli tiket untuk 2 orang dewasa dan 1 anak melalui mesin tiket otomatis yang tersedia.

Mesin tiket kereta kabel Kurama-dera, di San-mon Station (山門駅), Kurama, Kyoto.

Saat kami tiba, suasana stasiun masih sangat sepi. Hanya ada kami dan 1 pengunjung lain yang duduk di ruang tunggunya.

Barulah ketika waktu keberangkatan hampir tiba, orang-orang mulai ramai berdatangan.

Ruang tunggu stasiun kereta Kurama-dera cable, di San-mon Station (山門駅), Kurama, Kyoto.

Ini adalah pemandangan suasana di dalam gerbong kereta kabel Kurama-dera.

Dari jendela depan, terlihat jelas lintasan rel yang langsung menanjak curam ke atas bukit.

Di dalam kereta kabel Kurama-dera, di San-mon Station (山門駅), Kyoto.

Bagi saya, ini bukanlah pengalaman pertama menaiki kereta kabel.

Sebelumnya, saya juga pernah mencoba kereta kabel Yase (八瀬), yang lintasannya jauh lebih panjang dan akan saya ceritakan juga di blog ini nantinya.

Sejujurnya, saat menaiki kereta kabel Yase waktu itu, ada sedikit rasa khawatir karena rutenya yang amat panjang dengan tanjakan yang jauh lebih tinggi dan curam.

Sebaliknya, lintasan kereta kabel Kurama ini terasa lebih landai, rutenya jauh lebih pendek, dan posisinya tidak terlalu tinggi.

Rel kereta kabel Kurama-dera, di San-mon Station (山門駅), Kyoto.

Hanya dalam waktu sekitar 2 menit perjalanan melintasi lintasan sepanjang 207 meter, kami pun tiba di stasiun atas.

Keluar dari stasiun, kami terus berjalan kaki sambil menikmati hamparan salju sisa semalam yang masih menutupi permukaan tanah dan pepohonan.

Salju di Kurama, Kyoto.
Salju di Kurama, Kyoto.

Syukurlah, udara siang ini terasa jauh lebih bersahabat dan tidak sedingin kemarin malam.

Tangan saya pun tidak sampai terasa nyeri dan kebas lagi.

Salju di Kurama, Kyoto.
Salju di Kurama, Kyoto.
Salju di Kurama, Kyoto.
Salju di Kurama, Kyoto.

Saat kami tiba di sebuah jembatan kayu yang indah dan sibuk mengambil foto secara bergantian, ada seorang pejalan kaki yang lewat dengan sangat ramah menawarkan diri untuk membantu memotret kami bertiga.

Tentu saja tawaran baik tersebut kami terima dengan penuh rasa terima kasih.

Berfoto di jembatan Kurama, Kyoto.

Di tengah perjalanan mendaki, kami kembali berhenti sejenak untuk membuat boneka salju berukuran mini.

Kami berhenti sejenak dan kembali membuat boneka salju di Kurama, Kyoto.
Kami berhenti sejenak dan kembali membuat boneka salju di Kurama, Kyoto.
Suasana di atas Gunung Kurama, Kyoto.

Kami kemudian melanjutkan langkah mengikuti rute pejalan kaki yang terus menanjak ke arah atas.

Suasana di atas Gunung Kurama, Kyoto.

Di sepanjang jalan, anak saya benar-benar tidak bosan-bosannya bermain salju.

Bermain salju di Kurama, Kyoto.
Bermain salju di Kurama, Kyoto.
Bermain salju di Kurama, Kyoto.

Rute hiking yang kami lalui ini sebenarnya akan bermuara di kawasan Kibuneguchi (貴船口).

Namun untuk petualangan kali ini, kami merasa sudah cukup lelah dan memutuskan untuk berhenti di tengah rute saja, lalu berbalik arah turun menuju stasiun kereta kabel Kurama-dera.

Di Kurama, kami bertemu sesama orang Indonesia yang juga tinggal di Shugakuin (修学院) dan sama-sama sedang kuliah di Kyoto University.

Stasiun Kurama-dera Cable, di San-mon Station (山門駅), Kyoto.

Setelah turun dan berjalan kembali menuju Stasiun Kurama, langkah saya terhenti, melihat ada jajanan taiyaki (たい焼き) hangat yang langsung menggugah selera.

Tentu saja saya tidak melewatkan kesempatan untuk mencobanya.

Taiyaki di Kurama, Kyoto.

Setelah puas menikmati taiyaki, kami pun masuk ke dalam stasiun untuk menunggu kereta pulang.

Alhamdulillah, jadwal kepulangan kami ternyata bertepatan dengan kedatangan armada kereta KIRARA!

Kami pun bisa duduk santai sambil menikmati panorama alam dengan jauh lebih leluasa melalui jendela besarnya.

Kereta Eizan Railway, Kyoto.
Kereta Eizan Railway, Kyoto.

Tentu saja, sembari menyeruput sekaleng kopi hangat. Sempurna!

Kereta KIRARA Eizan Railway, Kyoto.

Misi mencari salju lebat lewat wisata musim dingin ke Kurama, Kyoto, ini telah sukses kami tuntaskan.

Terima kasih atas waktu Anda menyimak cerita ini. Selamat menikmati suguhan tulisan-tulisan lainnya di blog TambahBaik!

Mohamad Iqbal Akhirudin // TambahBaik.com


Discover more from Tambah Baik

Subscribe to get the latest posts sent to your email.

Comments

2 responses to “Petualangan Salju Siang Hari di Gunung Kurama Kyoto”

  1. fanny Nila - dcatqueen.com Avatar

    sukaaaaa liat foto2nya…. ^o^ agak sedikit mengobati kangen dengan jepang :)… anakku yg bungsu pengeeeen banget diajak kesini, krn memang cuma dia yg belum pernah ke jepang. kakak nya sudah dulu.. memang harus dibikin planning, walaupun skr ini fokus ke destinasi yg udah fix buat 2026 :D. anak2 kalau udh ketemu salju pasti sukaaaa ya mas… jangankan mereka, aku aja selalu seneng tiap liat salju…

    1. Mohamad Iqbal Akhirudin Avatar

      Salju kesukaan orang Indonesia yaa, anaknya suka, orang tuanya juga suka.

      Kadang saljunya ngga merata, jadi pas di tempat saya tipis saljunya, tapi mobil-mobil yang lewat dari utara pada ketutup salju atapnya, “ini pasti mobil dari utara” hehe

Leave a Reply to Mohamad Iqbal AkhirudinCancel reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Discover more from Tambah Baik

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading