Sahabat, mainan dari selembar kertas ini terlihat begitu sederhana.
Hanya digambar menggunakan pensil dan diwarnai dengan krayon satu warna: biru.
Ceritanya, ini adalah karakter Robocar Poli.

Walaupun kertasnya sudah lecek, anak saya sangat menyukainya.
Benda ini bahkan menjadi mainan utamanya selama beberapa hari dan selalu dibawa tidur.
Ketika tangan robot kertas ini sobek, ibunya menyambungnya kembali menggunakan selotip bolak-balik (double tape).
Mainan itu pun kembali menemaninya bermain dengan riang.
Selama berhari-hari, mainan sederhana itu terus dibawa ke mana-mana sampai kondisinya benar-benar semakin lecek.
Mengamati kedekatan anak saya dengan mainannya tersebut membuat saya merenung.
Saat masih anak-anak, ada begitu banyak hal sederhana yang sanggup membuat kita merasa sangat senang.
Ada yang sudah merasa bahagia hanya dengan memeluk boneka usang, menyandarkan kepala di bantal butut, asyik bermain adu biji karet, dan hal-hal kecil lainnya.
Akan tetapi, ketika beranjak dewasa, kita mulai memiliki terlalu banyak keinginan dan tanpa sadar terus menaikkan standar kebahagiaan.
Kita mulai kesulitan merasa bahagia terhadap hal-hal yang sederhana.
Baca Juga: Review Goodbye, Things: Bahagia dengan Melepaskan
Kita cenderung menuntut lebih dan menjadi tidak mudah bersyukur atas apa yang sudah ada di genggaman tangan.
Sahabat, apakah Anda juga memiliki memori tentang mainan masa kecil yang amat Anda sukai meskipun bentuknya sangat sederhana?
Mari berbagi cerita di kolom komentar!
Mohamad Iqbal Akhirudin // TambahBaik.com
Featured Image: iStock.com / SrdjanPav (Standard License)

Leave a Reply