Sahabat, sebagai manusia biasa yang penuh dengan dosa dan kesalahan, tentu wajar jika seseorang merasa takut serta khawatir.
Timbul pertanyaan di dalam hati, apakah diri ini layak memperoleh ampunan Allah, dan apakah kelak akan diselamatkan dari api neraka serta berhasil masuk ke dalam surga-Nya.
Namun, rasa takut serta khawatir tersebut jangan sampai membuat diri kita berputus asa dari rahmat dan ampunan Allah.
Sebab, Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang senantiasa mencintai hamba-hamba-Nya yang berusaha kembali kepada-Nya setiap kali berbuat dosa dan kesalahan.
Maka, rasa berharap dan berprasangka baik kepada Allah menjadi sebuah sikap mutlak yang wajib dimiliki oleh setiap hamba.
Baca Juga: Malu Dosa Terus Berulang? Jangan Berhenti Istighfar!
Doa Sang Badui: Meminta Surga dengan Penuh Keyakinan
Dalam tulisan ini, saya ingin mengutip sebuah inspirasi berharga tentang seseorang yang berprasangka baik kepada Allah.
Inspirasi ini saya temukan di dalam buku berjudul Jangan Mati sebelum Berprasangka Baik kepada Allah karya Muhamad Yasir, Lc., yang diterbitkan oleh Pustaka Al-Kautsar (Jakarta, 2023).
Kisah ini menceritakan tentang doa seorang badui, yakni suku pengembara di Jazirah Arab.
Seorang badui pernah berkata,
“Ya Allah, sungguh Engkau memberi Islam kepada kami padahal kami tidak pernah memintanya,
masa Surga Engkau tidak beri padahal setiap saat kami memintanya.”
Sang badui ini merasa tidak pernah meminta hidayah Islam.
Akan tetapi, Allah telah menganugerahkan hidayah tersebut kepadanya melalui perantara Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam dan para Sahabat.
Hidayah Islam berhasil menembus kerasnya padang pasir hingga pada akhirnya sampai kepada dirinya.
Kemudian, dia menerima hidayah tersebut dengan sepenuh hati.
Oleh karena itu, sang badui menjadi sangat yakin bahwa jika dia setiap saat meminta Surga kepada Allah, pasti Allah akan memberikan Surga itu kepadanya.
Mensyukuri Hidayah dan Memupuk Prasangka Baik
Kalimat doa tersebut benar-benar menggugah dan menyentuh hati.
Saya sangat bisa relate dengan doa sang badui tersebut.
Alasannya, saya memperoleh anugerah hidayah Islam dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala melalui kedua orang tua saya yang muslim.
Dengan kata lain, saya telah memeluk Islam sejak lahir.
Allah telah memberikan anugerah iman itu meski dahulu saya tidak memintanya.
Maka, ketika saya memperbanyak meminta Surga kepada Allah, dan memintanya berulang-ulang di setiap doa, saya wajib berprasangka baik bahwa Allah kelak akan memberikan Surga itu kepada saya.
Bagi setiap orang yang saat ini sedang berada dalam naungan hidayah Islam, jaga baik-baik karunia tersebut dan teruslah bersyukur.
Kemudian, janganlah mati kecuali dalam keadaan berprasangka baik kepada Allah.
Kepada Allah kita memohon dan berdoa, agar senantiasa dimudahkan untuk selalu berprasangka baik kepada-Nya serta tidak berputus asa dari rahmat dan ampunan-Nya.
Mohamad Iqbal Akhirudin // TambahBaik.com
Featured Image: Pixabay.com / siebeckdotcom